Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Bahan Kimia Bisphenol A atau BPA dalam Plastik dan Kertas Menembus Kulit

Jurnal KeSimpulan.com - Bahan kimia Bisphenol A (BPA) menembus kulit, menjadi sumber potensial terpapar bahan kimia kontroversial bagi pengguna.

Dua penelitian telah melempar senyawa kontroversial Bisphenol A (BPA) kembali ke pusat perhatian. Satu studi menemukan bahan kimia tersebut mudah terserap melalui kulit, sedangkan penelitian kedua menemukan orang yang rutin menyentuh serat BPA memiliki senyawa bahan kimia lebih tinggi daripada tingkat rata-rata bahan kimia dalam tubuh mereka secara umum. Temuan tersebut memperkuat tuntutan penerapan regulasi yang lebih kuat terhadap bahan kimia yang banyak digunakan dalam manufaktur plastik.

BPA terdeteksi pada kebanyakan masyarakat modern. Penelitian terhadap hewan mengkonfirmasikan bahaya BPA dosis tinggi tetapi beberapa bukti lain menunjukkan BPA dosis rendah juga mungkin berbahaya. Namun ternyata belum meyakinkan regulator untuk mengambil tindakan tegas. Kimia ini di dalam tubuh menyebabkan efek pada estrogen, sehingga masalah kesehatan terutama bagi ibu hamil dan beberapa ilmuwan juga menyatakan paparan pada bayi yang menggunakan botol susu.

BPA secara umum digunakan dalam kemasan makanan dan minuman dimana molekul biasanya terkunci di bagian polimer. Namun, kekhawatiran juga telah muncul di dalam kertas yang terutama digunakan untuk register pembayaran kasir di swalayan atau ATM. Di dalam kertas termal senyawa ini lebih mudah diserap tubuh daripada dalam kemasan makanan.

Daniel Zalko, toksikolog dari French National Institute for Agricultural Research di Paris, dan rekan-rekannya melaporkan BPA sangat 'efisien' diserap melalui kulit. Temuan ini dapat menjelaskan mengapa tingkat BPA dalam populasi umum tampaknya lebih tinggi daripada dosis secara teoritis yang diterima melalui makanan dan minuman.

Untuk mengetahui tingkat eksposur pada kulit, para peneliti mengambil radioaktif BPA dan mengamati pergerakan radioaktivitas melalui kulit telinga babi (model yang banyak digunakan untuk kulit manusia). Mereka mengulangi eksperimen dengan sampel yang lebih kecil dari kulit manusia. Dalam model babi, sekitar 65% dari BPA tersebar melalui kulit. Untuk kulit manusia menyebar sekitar 46%. Kedua jenis jaringan juga mampu memetabolisme BPA.

"Dengan cara yang sama kami menyarankan masyarakat untuk tidak menggunakan botol bayi berbasis polycarbonate, wanita hamil harus cerdas untuk menghindari atau mencuci tangan setelah menyentuh kertas mengandung BPA," kata Zalko.

Temuan Zalko dan timnya didukung oleh studi lain yang mengambil pendekatan berbeda. Joe Braun, epidemiologi dari Harvard University di Boston, Massachusetts, dan timnya melihat konsentrasi BPA dalam urin 389 wanita hamil. Wanita hamil yang bekerja di bagian kasir toko memiliki konsentrasi tertinggi BPA dalam urin yaitu 2,8 mikrogram per gram, sedangkan guru 1,8 mikrogram per gram dan pekerja industri 1,2 mikrogram per gram. Penelitian sebelumnya pada pekerja pabrik terpapar BPA dengan tingkat yang lebih tinggi.

Satu studi menghubungkan paparan BPA dengan penurunan fungsi seksual pada pria menemukan bahwa seperempat dari pekerja memiliki kadar di atas 467 mikrogram per gram. Meskipun hanya ada 17 kasir dalam sampel itu, Braun mengatakan telah "cukup yakin" untuk menemukan sumber masalah. "Ini wajar untuk mengasumsikan BPA dapat diserap melalui kulit."

"Studi baru sekarang menunjukkan dengan tegas: Ya, BPA dapat menembus kulit manusia," kata Frederick vom Saal dari University of Missouri-Columbia. Data baru ini memperkuat kekhawatiran tentang kertas kasir toko, "karena kita tahu dari kertas termal yang banyak mengandung BPA," kata vom Saal. Selain itu BPA mungkin digunakan untuk menggosok kertas tanda terima dengan lapisan bedak atau bubuk.

Tim yang dipimpin vom Saal sedang melakukan studi pada relawan untuk mengukur tidak hanya tingkat BPA yang menempel di tangan mereka karena memegang kertas kasir, tetapi juga apakah senyawa ini menetap dalam darah dan urin. Data mereka akan tersedia pada akhir tahun ini.

Sementara itu, produsen kertas kasir di Amerika Serikat, Appleton Papers, mengklaim telah bebas BPA sejak tahun 2006. "Konsumen telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka menginginkan cara mudah untuk membedakan kertas Appleton dari kertas pesaing kami yang semuanya mengandung BPA," kata Kent Willetts, wakil presiden Appleton Papers. "Kami sedang mempersiapkan untuk meluncurkan kertas tanda terima bebas BPA yang dapat dengan cepat dan mudah dibedakan dari yang lain. Produk kami akan langsung ke pasar."


Variability and Predictors of Urinary Bisphenol A Concentrations during Pregnancy

Penulis :

Joe M. Braun1
Amy E. Kalkbrenner2
Antonia M. Calafat3
John T. Bernert3
Xiaoyun Ye3
Manori J. Silva3
Dana Boyd Barr4
Sheela Sathyanarayana5
Bruce P. Lanphear6,7

Afiliasi :
  1. Department of Environmental Health, Harvard University, Boston, MA, 02215
  2. Department of Epidemiology, University of North Carolina-Chapel Hill, Chapel Hill, NC, 27599
  3. National Center for Environmental Health, Centers for Disease Control and Prevention, Atlanta, GA
  4. Rollins School of Public Health, Emory University, Atlanta, GA 30322
  5. Department of Pediatrics, University of Washington/Seattle Children’s Hospital, Seattle Washington, 98101
  6. Department of Pediatrics, Division of General and Community Pediatrics, Cincinnati Children's Hospital Medical Center, Cincinnati, OH 45229
  7. Simon Fraser University, Vancouver, BC, CA
DOI:10.1289/ehp.1002366
Penerbit:Environmental Health Perspectives
Edisi:08 October 2010
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information
Cari Artikel Terkait

Bisphenol A ~ http://www.niehs.nih.gov/news/media/questions/sya-bpa.cfm
INRA ~ http://www.international.inra.fr/
Appleton Papers ~ http://www.appletonpapers.com/
Frederick vom Saal ~ http://endocrinedisruptors.missouri.edu/vomsaal/vomsaal.html
Daniel Zalko ~ http://www.linkedin.com/pub/daniel-zalko/16/495/7b0

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment