Pages

Bagaimana Kutu Pembunuh Gunakan Kamuflase Agresif Menjebak Laba-laba

Jurnal KeSimpulan.com - Kadang-kadang laba-laba menjadi mangsa di rumahnya sendiri. Setidaknya ketika kutu pembunuh menjalankan tugasnya.

Serangga berkaki kurus, Assassin bug (Stenolemus bituberus), memikat arachnids dengan mendarat ke jaring dan berjuang seperti mangsa yang tersangkut sebagai santapan laba-laba. Untuk mengetahui mekanisme tipuan ini peneliti menempatkan jaring laba-laba dalam ruang suara dan mencatat setiap getaran yang dihasilkan oleh bug pembunuh, daun jatuh, laba-laba, atau salah satu dari dua jenis mangsa (lalat dan aphid) ketika menyentuh web.

Laba-laba melakukan reaksi sebelum membunuh mangsa dengan berputar, berhenti, dan mendekat. Namun, laba-laba tidak pernah agresif untuk mendekati Assassin bug. Para peneliti berpikir laba-laba mengetahui taktik yang disengaja oleh bug. Getaran yang dibuat bug hanya pendek dan frekuensi rendah. Laba-laba telah mempelajari getaran yang dihasilkan oleh perjuangan mangsa kecil atau kelelahan, sehingga tidak mendekati dan membiarkan bug.

Laba-laba memiliki orientasi stimulus dan pendekatan perilaku. Puncak frekuensi dan durasi getaran yang dihasilkan oleh bug justru mirip dengan serangga yang memangsa laba-laba. Selanjutnya, getaran oleh bug memiliki struktur temporal dan amplitudo yang sama dengan getaran yang dihasilkan oleh gerakan kaki dan tubuh pemangsa yang jelas berbeda. Untuk menjadi predator yang efektif, bug tidak perlu meniru secara lengkap getaran mangsa laba-laba. Sebaliknya bug secara umum meniru subset getaran mangsa yang jatuh dalam rentang getaran yang diklasifikasikan oleh laba-laba sebagai 'mangsa'.


Assassin bug uses aggressive mimicry to lure spider prey

Penulis :

Anne E. Wignall1
Phillip W. Taylor1

Afiliasi :
  1. Department of Biological Sciences, Macquarie University, Sydney 2109, Australia
DOI:10.1098/rspb.2010.2060
Penerbit:Proceedings of the Royal Society B
Edisi:October 27, 2010
Download:(maaf link kami disable)
Baca Artikel


Artikel Lainnya: