Pages

Vaksin Mendorong Parasit Cacing Filaria Berkembang Lebih Cepat

Jurnal KeSimpulan.com - Teori evolusi dalam vaksin. Cacing parasit dapat menyesuaikan strategi kelangsungan hidup berdasarkan pada respon kekebalan host.

Manusia dan mamalia lainnya melakukan serangan dalam sistem kekebalan, tetapi belum ada laporan bahwa respon kekebalan tubuh meningkatkan perkembangan parasit. Hipotesis menyatakan bahwa cacing (seperti organisme yang hidup bebas) harus mengoptimalkan perkembangan dan reproduksi dalam menanggapi isyarat harapan hidup. Namun, pengembangan kekebalan tubuh terhadap parasit cacing sejauh ini luput dari penjelasan evolusi tersebut.

Peneliti memanipulasi berbagai respon kekebalan host eksperimental di mana nematoda filaria mempercepat reproduksi diri dalam menanggapi eosinofilia IL-5. Akibatnya mereka menghasilkan mikrofilaria dalam jumlah yang lebih besar. Eosinofilia adalah penentu utama harapan hidup filaria baik saat larva dan dewasa pada tahap akhir anatomis dan temporal dalam lokasi terpisah. Dengan demikian nematoda filaria dapat menyesuaikan jadwal reproduksi mereka untuk menanggapi sebuah prediktor lingkungan terkait probabilitas untuk bertahan hidup seperti dalam teori evolusi.

Di sini vaksin justru membuat parasit filarial lebih mudah menyebar ke masyarakat. Kaki gajah diindap 120 juta orang setahun di Afrika dan Asia. Filaria kecil dikirim oleh nyamuk dengan blok pembuluh getah bening yang biasanya mengeringkan cairan anggota tubuh atau alat kelamin, kemudian membengkak dengan proporsi aneh. Pencegahan hanya dengan dosis obat cacing tahunan, tetapi setengah dari populasi berisiko mengindap.

Simon Babayan dari University of Edinburgh, Inggris, dan rekan-rekannya, menemukan beberapa vaksin membuat cacing filaria dalam tikus melakukan reaksi kekebalan tubuh secara kuat, mereka mengubah siklus hidup, menghasilkan lebih banyak keturunan dalam darah dari pada tanpa vaksin. Vaksin membantu cacing untuk memastikan dihisap dan ditularkan oleh nyamuk lain meskipun mendapat serangan sistem kekebalan host.

Orang yang mendapatkan vaksin mungkin dapat mengalahkan infeksi mereka sendiri, tetapi tidak merespon keturunan cacing, berarti mereka akan menularkan lebih banyak infeksi. Babayan menyarankan potensi vaksin harus diuji apakah target dapat menyesuaikan diri.


Filarial Parasites Develop Faster and Reproduce Earlier in Response to Host Immune Effectors That Determine Filarial Life Expectancy

Penulis :

Simon A. Babayan1,2
Andrew F. Read2,3,4
Rachel A. Lawrence5
Odile Bain6
Judith E. Allen1,2

Afiliasi :
  1. Centre for Immunity, Infection and Evolution, University of Edinburgh, Edinburgh, United Kingdom
  2. Institute of Immunology and Infection Research, School of Biological Sciences, University of Edinburgh, Edinburgh, United Kingdom
  3. Center for Infectious Disease Dynamics, Departments of Biology and Entomology, The Pennsylvania State University, University Park, Pennsylvania, United States of America
  4. Fogarty International Center, National Institutes of Health, Bethesda, Maryland, United States of America
  5. Royal Veterinary College, University of London, London, United Kingdom
  6. USM 307, Parasitologie comparée et Modèles expérimentaux, Muséum National d'Histoire Naturelle, Paris, France
DOI:10.1371/journal.pbio.1000525
Penerbit:PLOS Biology
Edisi:8(10): e1000525
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information (S1 + S2 + S3)

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment