Pages

Transisi Antara Penglihatan Pusat dan Peripheral Membuat Distorsi Spasial Temporal

KeSimpulan.com - Lemparan bola liar baseball oleh pitches hanya ilusi visual. Para ilmuwan telah lama memperdebatkan tentang bagaimana busur bola.


Salah satu pitcher terbesar di Major League Baseball, Sandy Koufax dari Dodgers, bisa mengolah lemparan bola sedemikian rupa meskipun lemparan tersebut tidak secepat lemparan rekan setimnya Don Drysdale. Sumber keterampilan Koufax adalah curveball yang legendaris dimana pemain lawan seperti melihat pola zig-zag tidak beraturan hingga 30 sentimeter.

Sekarang, tim peneliti menyimpulkan bahwa perilaku yang tidak menentu bola hanya tipuan mata. Bukannya berfokus pada bagaimana pitcher memanipulasi bola, tim peneliti yang dipimpin oleh Arthur Shapiro, neurosains dari American University di Washington, DC, melihat dari sisi lain yaitu bagaimana mata manusia dan otak melihat gerakan bola.

Menggunakan lima relawan di laboratorium, para peneliti merancang eksperimen sederhana dengan menggunakan gambar dua disk pada layar komputer dinyatakan kosong. Mereka meminta para relawan untuk mengalihkan perhatian mereka di antara dua disk. Disk pertama berwarna gelap untuk mensimulasikan bola berputar, perlahan-lahan turun dari atas layar ke bawah. Disk kedua adalah biru dan stasioner.

Para peneliti menemukan dalam semua kasus, ketika para relawan fokus pada "spinning" disk, mereka melihatnya seperti jatuh lurus ke bawah. Hal ini terjadi ketika mereka fokus pada disk stasioner, mereka menggunakan penglihatan peripheral untuk melacak disk berputar. Disk berputar tampaknya mengarah menjauh dari vertikal dan mengalihkan perhatian di antara kedua disk sehingga disk yang berputar nampak bergerak tidak menentu.

Sistem visual manusia tidak memperlakukan seluruh bagian panorama secara sama. Segmen tengah dari suatu gambar yang jatuh di fovea diproses dengan resolusi yang lebih tinggi daripada segmen yang jatuh di pinggiran visual. Meskipun perbedaan antara resolusi foveal dan perifer besar, perbedaan-perbedaan ini biasanya tidak mengganggu persepsi ruang visual halus. Di sini peneliti meneliti stimulus gerakan di mana pergeseran dari foveal untuk melihat peripheral menciptakan dramatic spatial (temporal discontinuity).


Transitions between Central and Peripheral Vision Create Spatial/Temporal Distortions: A Hypothesis Concerning the Perceived Break of the Curveball

Penulis :

Arthur Shapiro1
Zhong-Lin Lu2
Chang-Bing Huang2
Emily Knight3
Robert Ennis4

Afiliasi :
  1. Department of Psychology, American University, Washington, D. C., United States of America
  2. Department of Psychology, University of Southern California, Los Angeles, California, United States of America
  3. Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, United States of America
  4. SUNY College of Optometry, New York, New York, United States of America
DOI:10.1371/journal.pone.0013296
Penerbit:PLOS ONE
Tahun:October 13, 2010
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment