Pages

Siklus Populasi Lemming dalam Ekologi dari Pasokan Makanan Hingga Infantisida

Jurnal KeSimpulan.com - Kelahiran dan kematian harus dalam siklus populasi terkait daya dukung sumber makanan, tetapi bagi Lemming tetap menjadi misteri.

Lemming adalah binatang pengerat kecil seperti hamster, gerbil dan tikus. Ada lebih dari 20 spesies dan ditemukan di ujung utara lapisan es termasuk Kanada, Skandinavia dan Rusia. Lemming tidak hibernasi selama musim dingin, sebaliknya mereka mencari makanan dan menggali terowongan di bawah lapisan salju. Hal ini memungkinkan mereka melanjutkan reproduksi bahkan pada temperatur -20oC dan mendorong kenaikan populasi.

Secara teori, bunuh diri massal membantu dalam mengendalikan populasi yang tumbuh terlalu besar terkait pasokan pangan. Bunuh diri untuk kebaikan populasi adalah tindakan mementingkan diri sendiri dan setiap Lemming yang egois menahan diri dari bunuh diri lebih mulia dalam kompetisi mereka. Jadi kecenderungan untuk bunuh diri tidak menyebar ke seluruh populasi. Namun, tidak adanya bunuh diri massal berarti peneliti harus menemukan penjelasan lain dalam fluktuasi populasi Lemming.

Charles Krebs, zoolog dari University of British Columbia di Vancouver, Kanada, mereview hasil penelitian selama 60 tahun terakhir yang menemukan banyak penyebab pada siklus populasi ini, berbagai kontroversi pertanyaan kunci yang membutuhkan jawaban. Lemming adalah herbivora penting dalam rantai predatori pada ekosistem tundra karena mereka adalah sumber makanan utama bagi banyak burung dan mamalia pemangsa serta konsumen utama produksi tanaman.

Hipotesis yang paling jelas yaitu populasi Lemming yang begitu besar tidak ada tercukupi oleh sumber makanan, sehingga setiap empat tahun sebagian besar Lemming mati kelaparan. Berbagai analisis menunjukkan hal ini bisa terjadi, tetapi tidak ada data lapangan tentang kekurangan pangan untuk mendukung hipotesis ini.

Hipotesis alternatif berpendapat bahwa populasi turun karena siklus predatori. Predator lebih tertarik ke wilayah yang menjanjikan makanan. Krebs mengatakan hipotesis predatori tidak cukup untuk menjelaskan fluktuasi. Masalahnya tidak ada data berapa banyak kerusakan yang dilakukan predator selama musim dingin ketika populasi Lemming tumbuh tercepat (ini tidak mengejutkan karena para peneliti melakukan studi lapangan sebagian besar pada musim panas).

Hipotesis lain yang lebih berbahaya bahwa Lemming laki-laki melakukan infantisida (infanticide) yaitu pembunuhan bayi laki-laki oleh bapaknya seperti yang dilakukan anjing dan kucing. Setidaknya dilakukan di laboratorium, namum tidak jelas berapa banyak pembunuhan bayi yang terjadi di dunia nyata. Ini masuk akal dari sudut pandang pejantan. Setelah dilakukan, anak bukan milik mereka sehingga tidak akan mewariskan gen mereka. Ini adalah proses yang terjadi di alam yang biasa dilakukan simpanse dan singa. Pembunuhan bayi dapat berkontribusi pada siklus Lemming karena kepadatan populasi yang tinggi. Namun masih belum jelas pentingnya infantisida bagi tikus kecil yang lucu ini.


Of lemmings and snowshoe hares: the ecology of northern Canada

Penulis :

Charles J. Krebs1

Afiliasi :
  1. Department of Zoology, University of British Columbia, 6270 University Boulevard, Vancouver, British Columbia, Canada V6T 1Z4
DOI:10.1098/rspb.2010.1992
Penerbit:Proceedings of the Royal Society B
Edisi:October 27, 2010
Download:Full Text (PDF)
Baca Artikel

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment