Pages

Penyakit Kuning Neonatal Berkorelasi dengan Autisme dan Gangguan Perkembangan Psikologis

KeSimpulan.com - Penyakit kuning (jaundice) pada saat lahir (neonatal) mungkin saling berpengaruh dengan kecenderungan autisme.


Para peneliti mempelajari hubungan antara penyakit kuning neonatal (neonatal jaundice) dan gangguan perkembangan psikologis secara nasional (sampel sensus), basis populasi cohort serta mempelajari keterkaitan khusus usia kehamilan, paritas, dan musim pada saat kelahiran. Populasi penelitian berbasis follow up dari semua anak yang lahir hidup di Denmark antara 1994 dan 2004 (N=733.826) dengan data yang dikumpulkan dari 4 register nasional, analisis yang digunakan untuk menghitung rasio hazard (HRs).

Bayi dengan penyakit kuning lebih mungkin mengembangkan autisme daripada bayi lain meskipun peningkatan kecil. Demikian pernyataan Rikke Damkjaer Maimburg dari Aarhus University in Denmark dan koleganya. Mereka menemukan sebanyak 2,37 persen dari bayi yang dirawat karena penyakit kuning mengembangkan autisme dibandingkan dengan 1,4 persen dari bayi autis tanpa penyakit kuning.

Apakah paparan penyakit kuning merupakan penyebab atau akibat dari peningkatan risiko autisme? Tidak diketahui. Neonatal jaundice pada anak-anak lahir dalam jangka tertentu terkait dengan gangguan perkembangan psikologis. Paritas dan musim kelahiran tampaknya memainkan peran penting.

Sementara studi ini tidak mencari mekanisme namun tim menyarankan bahwa bilirubin, toksin yang terakumulasi dalam penyakit kuning juga merusak jaringan dan mengganggu perkembangan otak yang mengarah ke autisme. Maimburg menekankan bahwa orang tua tidak perlu khawatir, tetapi tanda-tanda penyakit kuning harus dirawat dengan baik.


Neonatal Jaundice, Autism, and Other Disorders of Psychological Development

Penulis :

Rikke Damkjær Maimburg1,2
Bodil Hammer Bech1
Michael Væth3
Bjarne Møller-Madsen4
Jørn Olsen1,5

Afiliasi :
  1. Departments of Epidemiology and Biostatistics, School of Public Health, Aarhus University, Aarhus, Denmark.
  2. Departments of Obstetrics and Gynecology and Orthopedic Surgery, Aarhus University Hospital, Aarhus, Denmark.
  3. Departments of Biostatistics, School of Public Health, Aarhus University, Aarhus, Denmark.
  4. Departments of Orthopedic Surgery, Aarhus University Hospital, Aarhus, Denmark.
  5. Department of Epidemiology, School of Public Health, University of California, Los Angeles, California

DOI:10.1542/peds.2010-0052
Penerbit:PEDIATRICS
Tahun:October 11, 2010
Download:(maaf akses kami disable)

Artikel Lainnya: