Pages

Memandang Foto Kekasih Mengurangi Rasa Sakit Termal

KeSimpulan.com - Mungkin asmara adalah obat segala luka. Memandang kekasih mengurangi rasa sakit termal, mengaktifkan bagian pemrosesan pahala di saraf pusat.

Tahap awal hubungan baru yang romantis, intens euforia bergelora dan perasaan kesejahteraan. Para peneliti mengumpulkan lima belas siswa dalam gairah asmara yang berpacaran selama 9 bulan atau kurang untuk menentukan apakah membayangkan orang yang dicintai dapat mengurangi rasa sakit fisik. Para lovers menempatkan tangan mereka di blok persegi kecil yang menyebabkan rasa panas dengan skala nol, sedang, dan sakit parah.

Analisis functional magnetic resonance imaging (fMRI) pada 15 orang dalam yang menjalani hubungan romantis pada 9 bulan pertama. Responden menyelesaikan 3 tugas dalam periode sakit panas sedang dan tinggi: 1) melihat foto pasangan romantis mereka, 2) melihat foto seorang kenalan sama yang menarik dan akrab, dan 3) melihat foto yang diselingi kata asosiasi yang sebelumnya menunjukkan dapat mengurangi rasa sakit. Hasilnya, melihat wajah sang kekasih menurun rasa sakit skala parah sekitar 13 persen dan rasa sakit skala sedang 36 hingga 45 persen.

Penelitian neuroimaging ini menghubungkan perasaan dengan aktivasi sistem reward dalam otak manusia. Hasil studi mungkin relevan bagi manajemen nyeri pada manusia. Studi sebelumnya pada hewan menunjukkan bahwa aktivasi sistem pahala farmakologis secara substansial dapat mengurangi rasa sakit. Hipotesis rasa sakit dan melihat foto pasangan romantis terkait dengan aktivasi pemrosesan pahala di saraf pusat.

Aktivasi pahala, analgesia tertinggi yang muncul pada saat melihat foto kekasih di bagian pemrosesan reward termasuk caudate head, nucleus accumbens, lateral orbitofrontal cortex, amygdala, dan dorsolateral prefrontal cortex. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivasi sistem reward saraf melalui cara-cara non-farmakologis dapat mengurangi rasa sakit.


Viewing Pictures of a Romantic Partner Reduces Experimental Pain: Involvement of Neural Reward Systems

Penulis :

Jarred Younger1
Arthur Aron2
Sara Parke3
Neil Chatterjee1
Sean Mackey1

Afiliasi :
  1. Department of Anesthesia, Stanford University School of Medicine, Stanford, California, United States of America
  2. Department of Psychology, State University of New York at Stony Brook, Stony Brook, New York, United States of America
  3. Department of Human Biology, Stanford University, Stanford, California, United States of America
DOI:10.1371/journal.pone.0013309
Penerbit:PLOS ONE
Tahun:October 13, 2010
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information (Table S1 + Table S2)
Baca Juga:Memegang Tangan Kekasih Mengurangi Rasa Nyeri

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment