Pages

Formula Pestisida Untuk Membatasi Akses Metode Bunuh Diri

Jurnal Kesimpulan.com - Sekitar 1 juta kasus bunuh diri setiap tahun. Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat global yang seharusnya dapat dicegah.

Meskipun banyak orang yang bunuh diri memiliki penyakit mental, peristiwa stres seperti kesulitan ekonomi atau kesulitan sosial kadang-kadang membuat hidup tampak terlalu menyakitkan untuk dipikul. Metode bunuh diri sering impulsif dan penggunaannya mudah diakses. Strategi untuk mengurangi tingkat bunuh diri di antaranya perlakuan yang lebih baik bagi penyakit mental dan program membantu orang yang beresiko tinggi bunuh diri dalam menghadapi stres. Selain itu tingkat bunuh diri juga bisa dikurangi dengan membatasi akses metode bunuh diri.

Metode bunuh diri yang paling umum digunakan di seluruh dunia adalah minum racun serangga pertanian. Setiap tahun, antara 250.000 hingga 370.000 orang meninggal secara sengaja menenggak pestisida (bahan kimia untuk membunuh hama atau tanaman yang tidak diinginkan). Kebanyakan bunuh diri terjadi di daerah pedesaan negara berkembang dimana tingkat tinggi penggunaan pestisida dalam pertanian dikombinasikan dengan penyimpanan pestisida di rumah ukut memfasilitasi metode bunuh diri.

Pembatasan pestisida telah menjadi target di Sri Lanka selama 20 tahun terakhir dan mengurangi kematian akibat pestisida sebesar 50% tanpa mengurangi produktifitas pertanian. Namun, keputusan regulasi sejauh ini belum didasarkan pada rumusan toksisitas pestisida pertanian pada manusia.

Andrew Dawson dari University of Peradeniya dan rekan-rekannya berusaha untuk menentukan toksisitas relatif pestisida pertanian pada manusia yang diformulasikan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan peraturan. Beberapa pestisida lebih beracun bagi manusia daripada yang diperkirakan sebelumnya dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus menyesuaikan angka yang untuk mengurangi keracunan pestisida.

Dawson mempelajari 7.461 kasus kematian dan bunuh diri pestisida dalam studi selama 6 tahun, mereka menemukan jenis pestisida yang digunakan mempengaruhi fatalitas kasus di dua rumah sakit di Sri Lanka bervariasi antara 0 dan 42 persen. Beberapa pestisida tertentu jauh lebih beracun bagi manusia daripada tingkat WHO berdasarkan studi hewan.

Mereka juga menemukan pestisida yang memiliki efektifitas sama dalam praktek pertanian, tetapi bervariasi dalam toksisitas bagi manusia. Para peneliti menyarankan WHO harus memasukkan data baru ke dalam klasifikasi tolsisitas pestisida untuk menginformasikan keputusan kebijakan sebagai upaya lebih mengatasi masalah kesehatan masyarakat bunuh diri.


Acute Human Lethal Toxicity of Agricultural Pesticides: A Prospective Cohort Study

Penulis :

Andrew H. Dawson1,2,3
Michael Eddleston1,4,5
Lalith Senarathna1
Fahim Mohamed1
Indika Gawarammana1
Steven J. Bowe2
Gamini Manuweera6
Nicholas A. Buckley1,3

Afiliasi :
  1. South Asian Clinical Toxicology Research Collaboration, Faculty of Medicine, University of Peradeniya, Peradeniya, Sri Lanka
  2. School of Medicine and Public Health, University of Newcastle, Newcastle, Australia
  3. Professorial Medicine Unit, POW Clinical School, University of New South Wales, Sydney, Australia
  4. National Poisons Information Service - Edinburgh, Royal Infirmary of Edinburgh, Edinburgh, United Kingdom
  5. Clinical Pharmacology Unit, Centre for Cardiovascular Science, University of Edinburgh, Edinburgh, United Kingdom
  6. Office of the Pesticide Registrar, Government Department of Agriculture, Peradeniya, Sri Lanka
DOI:10.1371/journal.pmed.1000357
Penerbit:PLoS Medicine
Edisi:PLoS Med 7(10): e1000357
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information (Table S1 + Table S2 + Table S3)
Baca Artikel

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment